Dalam rangka Dies Natalis Poltekkes Depkes Jakarta III yang ke-V telah diselenggarakan Seminar Sehari tentang Tindak Kekerasan pada Anak di Indonesia, Upaya Pencegahan dan Penanggulangannya. Acara yang dilaksanakan di Hotel sentral Jakarta yang terletak di Jalan Pramuka, Jakarta pada hari Sabtu tanggal 24 Juni 2006.
Acara yang dihadiri oleh narasumber seperti Dr. Seto Mulyadi PSi dari Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Dr. Rini Sekartini, Sp.A dari bagian Pediatri Sosial dan Tumbuh Kembang Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. Sarlito Wirawan dan Heryati, SKp, M.Kes., Dan acara ini diikuti oleh peserta yang berasal dari Tenaga Kesehatan, mahasiswa dan masyarakat umum khususnya ibu rumah tangga.
Pada sesi pertama acara ini dimulai oleh Dr. Seto Mulyadi yang membawakan materi mengenai Gambaran tindak kekerasan pada Anak di Indonesia, Upaya pencegahan dan penanggulangannya. Dalam materi ini Kak Seto (sebutan akrabnya) juga menyinggung mengenai pendidikan bagi anak-anak indonesia yang c ukup memberatkan bagi anak-anak yang mencapai 1300 jam/tahun dibandingkan jam standar pendidikan anak di asia yang hanya 800 jam/tahun. Pada saat yang sama juga Dr. Rini Sekartini membahas tentang Dampak Fisik dan PSikologis Tindak Kekerasan oleh Orang Tua/Orang Dewasa terhadap tumbuh kembang anak, menjelaskan tentang tindak-tindak kekerasan yang dilakukan oleh Orang tua / Orang Dewasa kepada anak-anak dan dampaknya secara psikologis pada anak yang mengalami tindak kekerasan tersebut.
Pada sesi kedua yang menjadi pembicara adalah Prof. Dr. Sarlito Wirawan dibarengi dengan Heryati, SKp, M.Kes selaku Direktur Poltekkes Depkes Jakarta III. Dr. Sarlito yang membahas mengenai Persiapan menjadi Orang Tua membentuk generasi penerus yang berkualitas dan terbebas dari tindak kekerasan. Dan pada saat yang sama Heryati, SK.p, M.Kes membahas mengenai Upaya menyiapkan tenaga kesehatan, mencegah dan menanggulangi tindak kekerasan pada anak di Masyarakat. Dimana Poltekkes Depkes Jakarta III sebagai Institusi Pendidikan kesehatan yang berada di lingkungan Departemen Kesehatan RI juga berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan tindakan kekerasan pada anak melalui mata ajaran yang ada didalam kurikulum pendidikan yaitu melalui Mata Ajaran Komunitas, Mata Ajaran Maternitas, dan Mata Ajaran Kesehatan Jiwa.
Pada akhir sesi pembahasan ini juga diadakan tanya jawab antara peserta dengan pembicara yang berlangsung kurang lebih 30 menit. Dan tanggapan dan pertanyaan dari peserta ini pun sangat menarik dan beragam serta lebih banyak mengenai pendidikan pola asuh anak dan sikap orang tua terhadap anak-anak agar tidak terjadi salah persepsi antara mendidik dan melakukan tindakan kekerasan.(SAB)
